Catatan Qw

Selasa, 17 Maret 2015

"KING AND QUEEN" 1

Cerpen Aneka Remaja  

Happy Reading and enjoy :D 

NB : tokoh dalam cerita diperangi oleh beberapa artis (CJR, Bastian, Winx dll)
 




“lo harus ikut” sedari tadi Steffi terus mendesak dan memaksa Airin hingga gadis itu kesal dengan tingkah sahabatnya ini.

“Tapi, Steff-“

“Gak ada tapi-tapian, ryn. Kapan lagi coba lo ikutan” steffy tetap keukuh memaksa Airin agar sahabatnya mengikuti ajakannya.

“Steff,  gue ini tomboy gak pantes buat masuk ajang beginian. Lagian masih ada Cassie dan Bella kan ? ajak mereka aja” tolak Airin

“Justru itu rin, lo harus ikutan karna tinggal kelas kita yang sama sekali pesertanya belum terdaftar. Kita kan beda kelas sama Cassie dan Bella”

“kalo gitu, lo aja yang daftar, bereskan”

“Pokoknya lo isi formulir ini dan besok formulirnya sudah lengkap dengan data-data lo. Titik, gak pake koma dan gak ada tapi-tapian. Bye”

Baru saja gadis ini ingin membuka mulutnya sahabatnya sudah lenyap ditikungan koridor. Gadis ini mendengus sebal karena tingkah pemaksaan sahabatnya itu. Sepanjang koridor ia tak henti-hentinya mendumel ‘siapa sih yang buat audisi seperti ini ?’.

Terlalu fokus dengan kertas yang ada ditangannya hingga tak melihat keadaan sekitar,  saat membelokkan tubuhnya kearah kanan kepalanya menghantam sesuatu hingga tubuhnya mundur beberapa langkah. Ia bersyukur tidak jatuh tersungkur akibat kecerobohannya.

“LO ?” pekik Airin saat mendongakkan kepalanya dan mendapati seorang Pria yang lebih tinggi darinya tengah tengah menatapnya.

“Jalan tuh pake kaki, matanya fokus liat jalan bukan nunduk liat kertas” ujar pria ini datar. Tangannya ia masukkan ke saku celananya, bersikap cool dan cuek seperti biasanya.

“lagian ngapain sih lo berdiri ditengah jalan ? mau tebar pesona lo” balas Airin dengan sengitnya. Kali ini pria itu menyandarkan punggungnya ke dinding tak menghiraukan ucapan Airin. Dengan cepat tangannya merampas sebuah kertas dari tangan Airin lalu membacanya.

‘FORMULIR PESERTA AJANG PENCARIAN KING AND QUEEN SEJAGAD SMA TUNAS MUDA’

          Pria ini terkekeh lalu memandang Airin dengan pandangan meremehkan.  “cewek kayak loe pingin daftar jadi peserta king and queen ? gak salah tuh”

“gue tau, pasti ini kerjaan loe kan dan anak osis lainnya yang buat ajang seperti ini, kurang kerjaan” ucap Airin dengan penuh penekanan. Pria itu mengrnyitkan alis tak terima atas tuduhan gadis didepannya.

“apa-apaan loe nuduh gue sembarangan, salahin temen loe yang ngusulin ajang ini, jangan salahin gue” balas pria ini dengan penuh penekanan

“yaiyalah gue nyalahin loe. Secara lo Ketua OSIS Iqbaal Dhiyafakri dan sudah pasti loe menyetujuinyakan ?” ucap Airin dengan nada yang sedikit di lembut-lembutkan membuat buluh kuduk siapa saja yang mendengarkannya akan merinding.

“loe mau nyari ribut lagi sama gue ? mumpung koridur ini sepi airin”

***

“Steff, gue gak bisa ikut ajang ini. Malu-maluin tau gak”

“ Ya ampun Airin, lo gak usah malu. Lo satu-satunya harapan kita rin, secara loe itu kan cantik, pintar, multitalenta ya walaupun loe agk tomboy“

“tapi gue gak berbakat diajang ini, steff”

“siapa tau aja yang jadi pasangan lo nanti itu jodoh loe, rin. Lo kan udah lama nge-jones”

“sebenarnya loe daftarin gue diajang kind and queen atau diajang cari jodoh sih steff ?” ucap Airin geram

“hehe.. dua-duanya” ucap steffy dengan tampang polosnya membuat tangan Airin gatal untuk mencekik leher sahabatnya

***

Airin tengah fokus membaca buku dihadapannya. Sesekali tangannya membolak balik halaman novel tersebut kehalaman selanjutnya. Jam istirahat tengah berlangsung, gadis ini memilih duduk manis didalam kelas daripada mengikuti ajakan temannya ke kantin untuk mengisi perutnya.

“Kamu ikut ajang king and queen kan, sayang”

Suara itu memecahkan konsentrasi Airin yang tengah fokus membaca novel. Ia melirik ke arah pintu kelas dan mendapatkan seorang gadis yang tengah menggelendot manja dilengan seorang pria. Mereka adalah Salsha dan Iqbaal.

“Apa Loe liat-liat” ucapan Salsha mengarah ke Airin yang tengah menatapnya sinis. Mata Airin kemudian kembali meatap novel yang ada dihadapannya. Sesekali matanya melirik ke arah mereka berdua -Iqbaal dan Salsha- memperhatikan gerak gerik mereka Dilihatnya Iqbaal tampak risih akibat kelakuan Salsha yang menggelendot manja dilengannya.

“Kamu harus ikut yah. Nanti kita yang akan menangin king and queen itu, kita kan cocok dan sangat cocokkan, sayang ?” ucap salsha dengan manjanya.

“Sha, lepasin tangan loe, gue risih tau gak” perkataan Iqbaal berhasil membuat Airin cekikikan. Salsha melepaskan tangannya dan mengerucutkan bibirnya, kemudian berahli menatap Airin yang tengah menatap novelnya.  

“heh ? lo ngetawain gue, hah ? lo cemburu liat gue deket sama Iqbaal ?’ semprot salsha. Airin mengahlikan pandangannya ke arah Salsha.

“siapa yang ngetawain loe, gue ngetawain novelnya kok, ceritanya lucu. Tentang si cewek centil yang dicuekin terus sama si cowok hahaha...” tawa biadap Airin.

“lo nyindir gue” ucap salsha dengan tatapan sinisnya

“lo tersindir yah” ucap Airin dengan tatapan tak kalah sinisnya

bersambung dulu...

Jumat, 11 Oktober 2013

"PENANTIAN PANJANG"

CERPEN / CERBUNG COBOY JUNIOR "PENANTIAN PANJANG" 
HAPPY READING !!! \(^0^)/





                    Hari ini begitu indah dengan panorama senja. Awan putih & jingga kemerah-merahan telah mewarnai langit di sore hari ini. matahari tampak bersembunyi dibalik awan menambah kesan langit di sore hari bagi siapa saja yang melihatnya. Tapi tidak dengan gadis ini. Hatinya saat ini tidak seindah langit senja hari ini.


            Semilir angin bertiup dan menutupi wajah gadis ini dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai. Seolah tidak ingin memperlihatkan wajahnya saat ini yang tidak seindah langit senja. Gadis ini sedari tadi duduk termenung di halte bus seorang diri. Sepertinya menunggu seseorang ? Yap !!! menuggu seseorang yang telah lama ia nantikan. Tapi sepertinya orang yang ia nantikan tidak akan menjemputnya, jangankan menjemputnya bahkan menjumpainya saja tidak pernah.        
 
            Setiap pulang kuliah gadis ini selalu mampir di tempat ini hanya untuk menunggu seseorang. Berharap ia akan datang menjemput gadis ini. Ia membawa sebuah kado dan sepucuk surat ditangannya. Perlahan butiran kristal bening jatuh membasahi pipi gadis ini. Ia tidak bisa lagi membendung butiran kristal bening tersebut ketika mengingat kembali kejadian 3 tahun silam.

J J J
            Terlihat seorang gadis telah menunggu taxi di halte bus (?) dengan seragam putih abu-abu kota-kotak yang kusut dan sebuah tas lucu terselempang di bahu kanannya. Sepertinya gadis ini telah lama menunggu. Terlihat motor ninja merah berhenti tepat di depan gadis cute ini

 “nungguin siapa ???” tanya seseorang pria kepada gadis cantik ini. (nama kamu)
“taxi” jawab (nama kamu) singkat.
“Taxi ? bukannya disekitar sini jarang ada taxi yang lewat ? lagipula ini sudah sore tidak baik anak gadis sendirian di tempat sepi seperti ini” apa yang dikatakan pria ini memang benar. Pria ini sepertinya satu sekolah dengan (nama kamu), dilihat seragamnya sama dengan yang dipakai oleh (nama kamu) saat ini.

“Ya... aku tau” balas (nama kamu)
“lebih baik aku mengantarmu pulang, dimana rumahmu ???” tawar pria ini

            (nama kamu) sedikit ragu dengan tawaran pria ini, bagaimana tidak !!! dia tidak mengenal pria ini, walaupun dia satu sekolah, tapi dia jarang bertemu bahkan melihat pria ini.
“bagaimana ???”
“ehmm…”
“sudahlah, ayo naik !!! jangan kebanyakan mikir” kata pria ini menarik tangan (nama kamu)
J J J
“oiya, rumah lo dimana ???” kata pria ini
“Nusa indah Blok I No. 3” jawab (nama kamu)
Hening seketika…
Dan kini mereka telah sampai di depan rumah gadis ini.
“thank’s yah J !!! Ehm.. enggak mampir dulu???” tawar (nama kamu)
“gak usah makasih J” kata pria itu lalu bernjak pergi dari rumah (nama kamu)

(nama kamu) kemudian berjalan masuk kedalam rumahnya. Sepertinya ada yang ganjal yang dirasakan gadis ini. Dia lupa menanyakan nama pria itu. Gadis ini berbalik, tapi sepertinya pria itu sudah sangat jauh dari rumahnya

J J J
“(namaa kamuuu)….” Teriak seorang gadis imut ini
(nama kamu) menengok kebelakang dan benar saja itu adalah sahabatnya
“Salsah??” gadis ini menghentikan langkahnya menunggu sobat karibnya itu
“cieee.. kemarin pulang bareng siapa ???” goda salsa sembari mencolek dagu (nama kamu)
“bukan siapa-siapa kenapa ???” jawab (nama kamu)
“tapi kok lo bisa pulang bareng iqbaal”
“iqbaal ??? jadi namanya iqbaal”  guman (nama kamu)
J J J
Setiap pulang sekolah (nama kamu) sering menunggu taxi di tempat kemarin, setiap pagi dia berangkat dengan papanya, tapi jika pulang sekolah dia harus menunggu taxi berjam-jam di tempat ini.
“Huft…sangat membosankan” keluh gadis ini seraya melirik jam tangan merah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
“haii” sapa pria yang baru turun dari motor ninja merahnya. Dia yang mengantar (nama kamu) kemarin sore. Yap namanya Iqbaal. Pria yang menjadi idaman para siswi disekolahnya, bisa dibilang Pria ini adalah Idola School. (nama kamu) hanya tersenyum membalas sapaan iqbaal.
“loe belum pulang ???”
“lagi nunggu taxi lewat”
“emangnya lo gak dijemput ???”
(nama kamu) hanya menggeleng.
“kalo gitu lo pulangnya bareng gue aja” kata iqbaal
“gak usah, makasih, gue gak mau ngerepotin orang J
“gak apa-apa kok, gue gak ngerasa direpotin J” “oh iya kenalin gue iqbaal” sambung iqbaal seraya mengulurkan tangan.
“(nama kamu)” membalas uluran tagan iqbaal
Sejak perkenalan itu, (nama kamu) semakin dekat dengan iqbaal. Setiap pulang sekolah maupun berangkat sekolah, mereka selalu bersama, seperti sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan. Banyak siswa/i yang mengira kalau mereka sudah berpacaran sehingga merasa envy dengan  kedekatan (nama kamu) dan Iqbaal
J J J
            1 bulan setelah kedekatan mereka, (nama kamu) mulai memiliki rasa dengan iqbaal. Dia berharap cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Hari ini ia dijanji dengan iqbaal untuk menemaninya ketaman ada hal penting yang ingin disampaikan iqbaal kepada (nama kamu).

            Sepulang sekolah gadis ini menunggu iqbaal di halte bus tapi, sudah setengah jam batang hidung iqbaal belum terlihat. Gadis ini tampak resah, dia menengok kanan dan kiri berharap orang yang iya tunggu telah datang. Hingga matanya tertuju pada satu titik. (.) ia melihat orang yang sedari ia tunggu bersama orang lain. (nama kamu) membulatkan matanya saat mengetahui gadis yang telah di bonceng oleh iqbaal adalah bella, teman sekelasnya.

            Butiran kristal bening berjatuhan dipipi gadis ini. Dia seperti orang tolol di tempat ini. Mengunggu berjam-jam orang yang menjanjinya tadi pagi, sedangkang orang yang menjanjinya malah jalan dengan orang lain. ia terisak-isak di tempat ini berharap tidak ada yang melihatnya. Hatinya sangat sakit melihat iqbaal jalan dengan bella.

Apakah iqbaal lupa dengan janjinya ?

(nama kamu) benar-benar kecewa dengan iqbaal. Ia langsung menyetop taxi yang lewat di hadapannya. Ia ingin segera pulang kerumah.
J J J
To : (nama kamu) pecek
From : iqbaal jeyyek
            Maaf yah pecek hari ini gak jadi ketaman, soalnya ada urusan yang lebih penting. Gak apa-apakan ??? J

Kira-kira itu lah yang tertera di layar ponsel (nama kamu). Gadis ini benar-benar kecewa dengan iqbaal. Pertama, dia menunggu iqbaal hingga berjam-jam dihalte tapi iqbaal tidak datang. Kedua, ia melihat bahwa iqbaal lebih memilih jalan dengan bella dan itu membuat hatinya sakit. Dan yang Ketiga, bella lebih penting daripada dirinya. Rasanya ia ingin teriak sekeras-kerasnya, sekencang, kencangnya. Ia membenamkan wajahnya kebantal dan menagis sepuasnya.
J J J
            Wajah gadis ini benar-benar kusut layaknya pakaian yang tidak pernah di sterika sama sekali. Matanya sembab gara-gara semalam. Gadis ini tidak seperti hari-hari biasanya yang ceria dan selalu menebarkan senyuman manisnya. Ini membuat sahabatnya salsah khawatir dengannya.

“(nama kamu), loe baik-baik ajakan” tanya salsah yang sedari tadi khawatir dengan keadaan (nama kamu)

“gue baik-baik aja kok sha”

ia berusaha untuk tersenyum dihadapan sahabatnya ini, dan meyakinkannya bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja. suara (nama kamu) bener-benar berbeda hari ini, suaranya terdengar paruh.

“tapi kenapa sepertinya loe habis nangis ??? siapa yang buat loe nangis ??? trus kenapa hari ini loe gak bareng sama iqbaal ???” pertanyaan salsah bertubi-tubi

            (nama kamu) langsung memeluk sahabatnya ini kemudian kembali menangis. Gadis ini terisak-isak dalam tangisnya, ia kembali mengingat kejadian kemarin sore yang menyakitkan baginya.

“(nama kamu) please loe kenapa ??? cerita sama gue” salsah semakin panik dengan keadaan (nama kamu) seperti ini.
“gue gak apa-apa kok sha”
“trus kenapa loe nangis ??? siapa yang buat loe kayak gini ???”

salsah benar-benar tidak tega melihat sahabatnya terus terusan dalam keadaan seperti ini. Gadis ini masih tetap memeluk sahabatnya salsah berharap dia segera melupakan kejadian itu.

“ya ampun pecek !!! dari tadi gue cari-cari ternyata loe ad…” pria ini menggantungkan perkataanya saat melihat wajah (nama kamu)yang sembab karena terus menangis.
“(nama kamu) loe kenapa ???” tanya iqbaal khawatir dengan (nama kamu)

“gue gak apa-apa. Sha kita pergi yuk” tetapi sebelum melangkahkan kakinya, tangannya langsung digenggam oleh iqbaal. gadis ini tidak bisa menepis tangan iqbaal, iqbaal begitu erat menggenggam tangan gadis ini.

“loe marah yah soal kemarin sore ???” tanya iqbaal
“Ehm.. sebaiknya loe selesaiin masalah loe deh” sepertinya  salsah paham kenapa sahabatnya menjadi begini, salsah kemudian berlalu.

Kini hanya tinggal mereka berdua yang berada ditaman sekolah.

“soal kemaren gua minta maaf. Kemarin gue…” perkataan iqbaal dipotong oleh (nama kamu)
“habis jalan sama bella ???” ucap (nama kamu) sembari memalingkan wajahnya

“itu.. soal itu gue minta ma...”
“minta maaf doang ??? loe pikir itu cukup ???”
“gue bisa jelasin…”
“gak ada yang perlu dijelasin”
“tapi dengerin gue dulu”

“udah lah gue kecewa sama loe. Loe udah biarin gue nunggu loe berjam-jam di halte, tapi loe gak dateng buat jemput gue. Percuma gue rela nungguin loe berjam-jam dihalte, tapi..tapi loe malah jalan sama bella, loe bilang itu urusan penting dan loe hanya ucapin kata maaf. Memang gue gak penting dalam hidup loe, tapi loe pikir dong apa kata maaf itu cukup buat sembuhin hati gue !!!”

gadis ini benar-benar kecewa denga pria yang ada dihadapannya sekarang dia mengeluarkan semua uneg-uneg dalam hatinya, ia menangis tersedu seduh. Dia benar-benar muak dengan pria ini. Tapi satu hal yang tidak bisa ia lakukan, iya tidak bisa membenci pria yang ada dihadapannya. Pria ini langsung mendekap gadis yang ada diahadapanya.
“maaf” ucap iqbaal lembut. Berharap (nama kamu) mau memaafkannya, tetapi (nama kamu) sudah sangat kecewa dengan iqbaal.

            Kenyamanan di rasakan oleh (nama kamu), tangisnya sedikit mereda ketika berada didekapan pria ini. (nama kamu) merenggangkan pelukannya.
“gue udah terlanjur kecewa sama loe”
J J J
            Seminggu setelah setelah kejadian itu, (nama kamu) dan iqbaal tidak pernah lagi berangkat dan pulang bersama. Bahkan saling menyapa satu sama lain tidak pernah. (nama kamu) selalu menghindar dari iqbaal. “begitu sakitkah hati gadis ini ???”

To : (nama kamu) pecek
From : iqbaal jeyyek
            (nama kamu) gue harap loe mau nemuin gue di halte bus dekat sekolah. Ada hal penting yang gue mau omongin sama kamu. kalo kamu percaya sama gue, PLEASE !!! temuin gue sekarang di halte

            Gadis ini tak mengubris pesan dari pria itu, gadis ini tak menganggap penting pesan dari iqbaal. ia tak ingin dikecewakan lagi dengan iqbaal.
DRRRTT… DRRRTTT…

            Ponsel (nama kamu) bergetar “3 panggilan tak terjawab” tertera di layar ponsel gadis ini. Ia tak menghiraukan siapa yang menelponnya, ia sudah tau bahwa yang menelponnya adalah iqbaal
.
            Terselip rasa tidak enak dengan iqbaal. apakah iqbaal menunggunya sedari tadi di halte ??? ia ingin menemui pria ini, tapi jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam, berarti iqbaal sudah menunggunya 5 jam. Sayangnya gadis ini tidak dibolehkan keluar malam dengan orang tuanya. Apalagi ia seorang gadis dan hanya pergi sendiri. Ia mengurungkan niatnya menemui iqbaal. (nama kamu) berfikir mungkin iqbaal sudah pulang.
J J J

“lo cari siapa sih (nama kamu) ???” Tanya salsah yang sedaritadi memperhatikan sahabatnya yang sedang celingak celungkuk mencari seseorang.
“loe liat iqbaal gak sha???” Tanya (nama kamu)
“tumben loe nyari dia. loe udah baikan ???” salsah bertanya balik
“enggak, gue Cuma pengen minta maaf sama dia” lirih (nama kamu)

            TREEET… TRREEETT…

Jam sekolah telah usai, tapi sedari tadi (nama kamu) belum menemukan sosok iqbaal.
‘Kemana pria itu ???’

Gadis ini berjalan santai menuju halte, berharap pria yang ia cari lewat di halte ini. Tatapan kosong terdapat disorot mata gadis ini, ia merasa tidak enak dengan iqbaal yang membiarkan dia menunggunya berjam-jam dihalte kemarin. Sebenarnya gadis ini tidak bisa berdiam-diaman dengan iqbaal. Seperti ada yang kurang di kehidupannya.

(nama kamu) cengo melihat sebuah kado kecil terbungkus rapi dengan pita warna biru muda dan sepucuk surat yang ditindih kado kecil itu. Jemari (nama kamu) kemudian mengambil kado dan surat itu



“Iqbaal ???” guman (nama kamu)

            Ia kemudian membuka sepucuk surat yang dilipat rapi secara lembut. Raut wajahnya perlahan berubah saat dia membaca surat itu.

J J J

To : (nama kamu) pecek

            Hai (nama kamu) pecek apa kabar ??? aku kangen sama kamu, 1 minggu gak teguran sama kamu itu gak enak banget. #ini serius loh (nama kamu) gak pake bercanda.

            Oiya soal kemarin, aku minta maaf udah buat kamu menunggu berjam-jam di tempat ini sampai kamu nagis. Tapi walaupun kamu nangis muka kamu tetap cute kok hehe… :D. dan soal aku dan bella itu, kamu Cuma salah paham. Aku nemenin dia beli kado untuk adiknya, sekalian buat beliin kamu kado juga. #kadonya jangan dibuang yah :D. Sebenarnya bella juga tidak mau dianterin sama aku, tapi gara-gara bunda aku maksa yaudah aku turutin.

            Aku sempat datang di tempat ini buat nemuin kamu, tapi sepertinya kamu sudah pulang. Padahal ada yang pengen aku omongin kekamu dan itu sangat penting bagi aku. aku berusaha buat ngomong hal penting ini kekamu tapi, kamu malah menghindar dari aku. tadi malam aku menunggu kamu berharap kamu mau datang menemuiku untuk terakhir kalinya, dan mau mendengarkan omongan aku yang menurutku penting ini.

            Aku pengen bilang kekamu kalau aku cinta sama kamu. dari awal aku kenal kamu hari-hari aku semakin berwarna.  Menurutmu mungkin ini terlalu lebay, tapi bagiku ini serius. Haha… aku pengecut ya (nama kamu) nyatain cinta hanya melalui surat, tapi mau gimana lagi ini terpaksa. Dan ku harap kamu juga cinta sama aku.

            Mungkin kamu juga belom tau, mulai hari ini dan seterusnya aku tidak ada disekolah itu lagi. Ayahku pindah tugas ke London jadi aku harus ikut dengan orangtuaku. Ini sebenarnya terlalu berat buat aku, harus ninggalin orang yang aku cintai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

            Tapi aku janji akan pulang ke Indonesia buat nemuin kamu ditempat ini. kamu percayakan sama aku ??? kuharap kamu bisa jaga hati kamu buat aku dan begitu pun juga aku. satu lagi, kamu simpan baik-baik kado itu jangan sampai hilang !!! Udah dulu yah ;) Aku sayang sama kamu
I LOVE YOU DEAR :*

IQBAAL


            (nama kamu) meremas kertas yang ada dihadapannya. Kertas itu seudah basah akibat air yang menetes dipipi (nama kamu). aliran darahnya seperti berhenti begitu saja. Dadanya begitu sesak, (nama kamu) terduduk lemas di kursi. Ia menyesal membiarkan iqbaal menunggu dirinya berjam-jam ditempat ini kemarin. Andaikan dia tahu bahwa ini terakhir kalinya iqbaal tinggal di Indonesia, iya tidak akan membiarkan pria itu menunggu ditempat ini. Dia menyesal tidak mengubris telpon dari iqbaal. dia menyesal karena tidak berhasil mencegahnya untuk pergi. Dia menyesali semua tentang apa yang dia lakukannya kepada iqbaal kemarin. (nama kamu) marah kepada dirinya sendiri.

‘Apa iqbaal kecewa dengannya, karena membiarkannya menunggu berjam-jam ???’

            Andaikan ia memiliki alat seperti doraemon, ia akan memutar waktu dan mencegah pria ini pergi, tapi itu mustahil dilakukan.

            Kehilangan seseorang yang kita sayang ternyata sangat berat dan menyakitkan. Dia tidak ingin kehilangan pria yang ia cintai. Ada rasa senang dihatinya saat membaca bahwa iqbaal juga mencintainya. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, cintanya terbalaskan.         
J J J
            Gadis ini terus menyikat butiran Kristal bening yang tumpah di pelupuk matanya. Bertahun tahun sudah iya menanti seseorang yang berjanji akan menemuinya. Sudah 2 jam ia mengunggu orang tersebut, tetapi sama saja dengan hari-hari sebelumnya Sia-sia.
‘Apakah ia lupa dengan janjinya’

Dia seperti orang tolol disini, menunggu bukti yang ada dalam genggamannya, dia membuang-buang waktu ditempat ini hanya untuk penantian panjangnya. Andai waktu bisa diputar ia ingin kembali dari awal dari nol.

Gadis ini mendesah, mungkin pria itu tidak akan menepati janjinya untuk menemuinya. Dia membuang selembar kertas kusut itu sembarangan. Dia sudah resah dengan janji kosong itu. Gadis ini beranjak dari tempat duduknya dan menunggu taxi berharap ada yang lewat dihadapannya.

“nungguin siapa ???” tanya seseorang  kepada gadis cantik ini
“taxi” jawab gadis ini singkat tanpa menoleh kearah sumber suara itu.
“Taxi ? bukannya disekitar sini jarang ada taxi yang lewat ? lagipula ini sudah sore tidak baik anak gadis sendirian di tempat sepi seperti ini”

            Seperti film yang diputar ulang, kejadian dimana ia pertama kali bertemu dengan pria itu kembali terputar. Ia menoleh ke sumber suara itu. Gadis ini menelusuri seluruh tubuh pria yang ada dihadapannya, mulai dari kaki hingga ujung rambut. Matanya berbinar-binar melihat sosok pria yang ada didepannya itu. Pria yang membuatnya tersiksa dan menunggu bertahun-tahun di halte ini seperti orang tolol yang membuang-buang waktunya hanya untuk penantian panjangnya.
“iqbaal”

Gadis ini mendekap pria yang ada dihadapannya ini. Ia ingin melepas rasa rindunya yang bertahun-tahun melanda gadis ini. Pria ini membalas pelukan gadis itu menandakan dia juga rindu dengan gadis yang ada dihadapannya ini.

“baal, jangan pergi lagi hiks” guman (nama kamu) di sela isak tangisnya
“aku gak akan kemana-mana, aku disini buat nemenin kamu” ucap iqbaal tulus sembari membelai rambut (nama kau)

“kamu jahat baal !!! kamu jahat !!! kamu tega buat aku menunggu bertahun-tahun ditempat ini” (nama kamu) memukul dada iqbaal pelan
“maaf” iqbaal mengeratkan pelukannya

            (nama kamu) terus terisak dalam pelukan iqbaal, (nama kamu) ingin marah dengan pria ini yang tega membuatnya seperti ini. Tapi ia juga sangat rindu dengan pria ini setelah 3 tahun penantiannya.

“kamu masih jaga hati kamu kan buat aku ???” ucap iqbaal merenggangkan pelukannya, (nama kamu) hanya menangguk pelan sembari tersenyum simpul.

“makasih” iqbaal mencium kening (nama kamu) dan mendekapnya kembali.

PENANTIAN PANJANG (NAMA KAMU) TIDAK SIA-SIA, IQBAAL TELAH MENEPATI JANJINYA UNTUK MENEMUI GADIS YANG SANGAT IA CINTAI

END