Jumat, 11 Oktober 2013

"PENANTIAN PANJANG"

CERPEN / CERBUNG COBOY JUNIOR "PENANTIAN PANJANG" 
HAPPY READING !!! \(^0^)/





                    Hari ini begitu indah dengan panorama senja. Awan putih & jingga kemerah-merahan telah mewarnai langit di sore hari ini. matahari tampak bersembunyi dibalik awan menambah kesan langit di sore hari bagi siapa saja yang melihatnya. Tapi tidak dengan gadis ini. Hatinya saat ini tidak seindah langit senja hari ini.


            Semilir angin bertiup dan menutupi wajah gadis ini dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai. Seolah tidak ingin memperlihatkan wajahnya saat ini yang tidak seindah langit senja. Gadis ini sedari tadi duduk termenung di halte bus seorang diri. Sepertinya menunggu seseorang ? Yap !!! menuggu seseorang yang telah lama ia nantikan. Tapi sepertinya orang yang ia nantikan tidak akan menjemputnya, jangankan menjemputnya bahkan menjumpainya saja tidak pernah.        
 
            Setiap pulang kuliah gadis ini selalu mampir di tempat ini hanya untuk menunggu seseorang. Berharap ia akan datang menjemput gadis ini. Ia membawa sebuah kado dan sepucuk surat ditangannya. Perlahan butiran kristal bening jatuh membasahi pipi gadis ini. Ia tidak bisa lagi membendung butiran kristal bening tersebut ketika mengingat kembali kejadian 3 tahun silam.

J J J
            Terlihat seorang gadis telah menunggu taxi di halte bus (?) dengan seragam putih abu-abu kota-kotak yang kusut dan sebuah tas lucu terselempang di bahu kanannya. Sepertinya gadis ini telah lama menunggu. Terlihat motor ninja merah berhenti tepat di depan gadis cute ini

 “nungguin siapa ???” tanya seseorang pria kepada gadis cantik ini. (nama kamu)
“taxi” jawab (nama kamu) singkat.
“Taxi ? bukannya disekitar sini jarang ada taxi yang lewat ? lagipula ini sudah sore tidak baik anak gadis sendirian di tempat sepi seperti ini” apa yang dikatakan pria ini memang benar. Pria ini sepertinya satu sekolah dengan (nama kamu), dilihat seragamnya sama dengan yang dipakai oleh (nama kamu) saat ini.

“Ya... aku tau” balas (nama kamu)
“lebih baik aku mengantarmu pulang, dimana rumahmu ???” tawar pria ini

            (nama kamu) sedikit ragu dengan tawaran pria ini, bagaimana tidak !!! dia tidak mengenal pria ini, walaupun dia satu sekolah, tapi dia jarang bertemu bahkan melihat pria ini.
“bagaimana ???”
“ehmm…”
“sudahlah, ayo naik !!! jangan kebanyakan mikir” kata pria ini menarik tangan (nama kamu)
J J J
“oiya, rumah lo dimana ???” kata pria ini
“Nusa indah Blok I No. 3” jawab (nama kamu)
Hening seketika…
Dan kini mereka telah sampai di depan rumah gadis ini.
“thank’s yah J !!! Ehm.. enggak mampir dulu???” tawar (nama kamu)
“gak usah makasih J” kata pria itu lalu bernjak pergi dari rumah (nama kamu)

(nama kamu) kemudian berjalan masuk kedalam rumahnya. Sepertinya ada yang ganjal yang dirasakan gadis ini. Dia lupa menanyakan nama pria itu. Gadis ini berbalik, tapi sepertinya pria itu sudah sangat jauh dari rumahnya

J J J
“(namaa kamuuu)….” Teriak seorang gadis imut ini
(nama kamu) menengok kebelakang dan benar saja itu adalah sahabatnya
“Salsah??” gadis ini menghentikan langkahnya menunggu sobat karibnya itu
“cieee.. kemarin pulang bareng siapa ???” goda salsa sembari mencolek dagu (nama kamu)
“bukan siapa-siapa kenapa ???” jawab (nama kamu)
“tapi kok lo bisa pulang bareng iqbaal”
“iqbaal ??? jadi namanya iqbaal”  guman (nama kamu)
J J J
Setiap pulang sekolah (nama kamu) sering menunggu taxi di tempat kemarin, setiap pagi dia berangkat dengan papanya, tapi jika pulang sekolah dia harus menunggu taxi berjam-jam di tempat ini.
“Huft…sangat membosankan” keluh gadis ini seraya melirik jam tangan merah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
“haii” sapa pria yang baru turun dari motor ninja merahnya. Dia yang mengantar (nama kamu) kemarin sore. Yap namanya Iqbaal. Pria yang menjadi idaman para siswi disekolahnya, bisa dibilang Pria ini adalah Idola School. (nama kamu) hanya tersenyum membalas sapaan iqbaal.
“loe belum pulang ???”
“lagi nunggu taxi lewat”
“emangnya lo gak dijemput ???”
(nama kamu) hanya menggeleng.
“kalo gitu lo pulangnya bareng gue aja” kata iqbaal
“gak usah, makasih, gue gak mau ngerepotin orang J
“gak apa-apa kok, gue gak ngerasa direpotin J” “oh iya kenalin gue iqbaal” sambung iqbaal seraya mengulurkan tangan.
“(nama kamu)” membalas uluran tagan iqbaal
Sejak perkenalan itu, (nama kamu) semakin dekat dengan iqbaal. Setiap pulang sekolah maupun berangkat sekolah, mereka selalu bersama, seperti sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan. Banyak siswa/i yang mengira kalau mereka sudah berpacaran sehingga merasa envy dengan  kedekatan (nama kamu) dan Iqbaal
J J J
            1 bulan setelah kedekatan mereka, (nama kamu) mulai memiliki rasa dengan iqbaal. Dia berharap cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Hari ini ia dijanji dengan iqbaal untuk menemaninya ketaman ada hal penting yang ingin disampaikan iqbaal kepada (nama kamu).

            Sepulang sekolah gadis ini menunggu iqbaal di halte bus tapi, sudah setengah jam batang hidung iqbaal belum terlihat. Gadis ini tampak resah, dia menengok kanan dan kiri berharap orang yang iya tunggu telah datang. Hingga matanya tertuju pada satu titik. (.) ia melihat orang yang sedari ia tunggu bersama orang lain. (nama kamu) membulatkan matanya saat mengetahui gadis yang telah di bonceng oleh iqbaal adalah bella, teman sekelasnya.

            Butiran kristal bening berjatuhan dipipi gadis ini. Dia seperti orang tolol di tempat ini. Mengunggu berjam-jam orang yang menjanjinya tadi pagi, sedangkang orang yang menjanjinya malah jalan dengan orang lain. ia terisak-isak di tempat ini berharap tidak ada yang melihatnya. Hatinya sangat sakit melihat iqbaal jalan dengan bella.

Apakah iqbaal lupa dengan janjinya ?

(nama kamu) benar-benar kecewa dengan iqbaal. Ia langsung menyetop taxi yang lewat di hadapannya. Ia ingin segera pulang kerumah.
J J J
To : (nama kamu) pecek
From : iqbaal jeyyek
            Maaf yah pecek hari ini gak jadi ketaman, soalnya ada urusan yang lebih penting. Gak apa-apakan ??? J

Kira-kira itu lah yang tertera di layar ponsel (nama kamu). Gadis ini benar-benar kecewa dengan iqbaal. Pertama, dia menunggu iqbaal hingga berjam-jam dihalte tapi iqbaal tidak datang. Kedua, ia melihat bahwa iqbaal lebih memilih jalan dengan bella dan itu membuat hatinya sakit. Dan yang Ketiga, bella lebih penting daripada dirinya. Rasanya ia ingin teriak sekeras-kerasnya, sekencang, kencangnya. Ia membenamkan wajahnya kebantal dan menagis sepuasnya.
J J J
            Wajah gadis ini benar-benar kusut layaknya pakaian yang tidak pernah di sterika sama sekali. Matanya sembab gara-gara semalam. Gadis ini tidak seperti hari-hari biasanya yang ceria dan selalu menebarkan senyuman manisnya. Ini membuat sahabatnya salsah khawatir dengannya.

“(nama kamu), loe baik-baik ajakan” tanya salsah yang sedari tadi khawatir dengan keadaan (nama kamu)

“gue baik-baik aja kok sha”

ia berusaha untuk tersenyum dihadapan sahabatnya ini, dan meyakinkannya bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja. suara (nama kamu) bener-benar berbeda hari ini, suaranya terdengar paruh.

“tapi kenapa sepertinya loe habis nangis ??? siapa yang buat loe nangis ??? trus kenapa hari ini loe gak bareng sama iqbaal ???” pertanyaan salsah bertubi-tubi

            (nama kamu) langsung memeluk sahabatnya ini kemudian kembali menangis. Gadis ini terisak-isak dalam tangisnya, ia kembali mengingat kejadian kemarin sore yang menyakitkan baginya.

“(nama kamu) please loe kenapa ??? cerita sama gue” salsah semakin panik dengan keadaan (nama kamu) seperti ini.
“gue gak apa-apa kok sha”
“trus kenapa loe nangis ??? siapa yang buat loe kayak gini ???”

salsah benar-benar tidak tega melihat sahabatnya terus terusan dalam keadaan seperti ini. Gadis ini masih tetap memeluk sahabatnya salsah berharap dia segera melupakan kejadian itu.

“ya ampun pecek !!! dari tadi gue cari-cari ternyata loe ad…” pria ini menggantungkan perkataanya saat melihat wajah (nama kamu)yang sembab karena terus menangis.
“(nama kamu) loe kenapa ???” tanya iqbaal khawatir dengan (nama kamu)

“gue gak apa-apa. Sha kita pergi yuk” tetapi sebelum melangkahkan kakinya, tangannya langsung digenggam oleh iqbaal. gadis ini tidak bisa menepis tangan iqbaal, iqbaal begitu erat menggenggam tangan gadis ini.

“loe marah yah soal kemarin sore ???” tanya iqbaal
“Ehm.. sebaiknya loe selesaiin masalah loe deh” sepertinya  salsah paham kenapa sahabatnya menjadi begini, salsah kemudian berlalu.

Kini hanya tinggal mereka berdua yang berada ditaman sekolah.

“soal kemaren gua minta maaf. Kemarin gue…” perkataan iqbaal dipotong oleh (nama kamu)
“habis jalan sama bella ???” ucap (nama kamu) sembari memalingkan wajahnya

“itu.. soal itu gue minta ma...”
“minta maaf doang ??? loe pikir itu cukup ???”
“gue bisa jelasin…”
“gak ada yang perlu dijelasin”
“tapi dengerin gue dulu”

“udah lah gue kecewa sama loe. Loe udah biarin gue nunggu loe berjam-jam di halte, tapi loe gak dateng buat jemput gue. Percuma gue rela nungguin loe berjam-jam dihalte, tapi..tapi loe malah jalan sama bella, loe bilang itu urusan penting dan loe hanya ucapin kata maaf. Memang gue gak penting dalam hidup loe, tapi loe pikir dong apa kata maaf itu cukup buat sembuhin hati gue !!!”

gadis ini benar-benar kecewa denga pria yang ada dihadapannya sekarang dia mengeluarkan semua uneg-uneg dalam hatinya, ia menangis tersedu seduh. Dia benar-benar muak dengan pria ini. Tapi satu hal yang tidak bisa ia lakukan, iya tidak bisa membenci pria yang ada dihadapannya. Pria ini langsung mendekap gadis yang ada diahadapanya.
“maaf” ucap iqbaal lembut. Berharap (nama kamu) mau memaafkannya, tetapi (nama kamu) sudah sangat kecewa dengan iqbaal.

            Kenyamanan di rasakan oleh (nama kamu), tangisnya sedikit mereda ketika berada didekapan pria ini. (nama kamu) merenggangkan pelukannya.
“gue udah terlanjur kecewa sama loe”
J J J
            Seminggu setelah setelah kejadian itu, (nama kamu) dan iqbaal tidak pernah lagi berangkat dan pulang bersama. Bahkan saling menyapa satu sama lain tidak pernah. (nama kamu) selalu menghindar dari iqbaal. “begitu sakitkah hati gadis ini ???”

To : (nama kamu) pecek
From : iqbaal jeyyek
            (nama kamu) gue harap loe mau nemuin gue di halte bus dekat sekolah. Ada hal penting yang gue mau omongin sama kamu. kalo kamu percaya sama gue, PLEASE !!! temuin gue sekarang di halte

            Gadis ini tak mengubris pesan dari pria itu, gadis ini tak menganggap penting pesan dari iqbaal. ia tak ingin dikecewakan lagi dengan iqbaal.
DRRRTT… DRRRTTT…

            Ponsel (nama kamu) bergetar “3 panggilan tak terjawab” tertera di layar ponsel gadis ini. Ia tak menghiraukan siapa yang menelponnya, ia sudah tau bahwa yang menelponnya adalah iqbaal
.
            Terselip rasa tidak enak dengan iqbaal. apakah iqbaal menunggunya sedari tadi di halte ??? ia ingin menemui pria ini, tapi jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam, berarti iqbaal sudah menunggunya 5 jam. Sayangnya gadis ini tidak dibolehkan keluar malam dengan orang tuanya. Apalagi ia seorang gadis dan hanya pergi sendiri. Ia mengurungkan niatnya menemui iqbaal. (nama kamu) berfikir mungkin iqbaal sudah pulang.
J J J

“lo cari siapa sih (nama kamu) ???” Tanya salsah yang sedaritadi memperhatikan sahabatnya yang sedang celingak celungkuk mencari seseorang.
“loe liat iqbaal gak sha???” Tanya (nama kamu)
“tumben loe nyari dia. loe udah baikan ???” salsah bertanya balik
“enggak, gue Cuma pengen minta maaf sama dia” lirih (nama kamu)

            TREEET… TRREEETT…

Jam sekolah telah usai, tapi sedari tadi (nama kamu) belum menemukan sosok iqbaal.
‘Kemana pria itu ???’

Gadis ini berjalan santai menuju halte, berharap pria yang ia cari lewat di halte ini. Tatapan kosong terdapat disorot mata gadis ini, ia merasa tidak enak dengan iqbaal yang membiarkan dia menunggunya berjam-jam dihalte kemarin. Sebenarnya gadis ini tidak bisa berdiam-diaman dengan iqbaal. Seperti ada yang kurang di kehidupannya.

(nama kamu) cengo melihat sebuah kado kecil terbungkus rapi dengan pita warna biru muda dan sepucuk surat yang ditindih kado kecil itu. Jemari (nama kamu) kemudian mengambil kado dan surat itu



“Iqbaal ???” guman (nama kamu)

            Ia kemudian membuka sepucuk surat yang dilipat rapi secara lembut. Raut wajahnya perlahan berubah saat dia membaca surat itu.

J J J

To : (nama kamu) pecek

            Hai (nama kamu) pecek apa kabar ??? aku kangen sama kamu, 1 minggu gak teguran sama kamu itu gak enak banget. #ini serius loh (nama kamu) gak pake bercanda.

            Oiya soal kemarin, aku minta maaf udah buat kamu menunggu berjam-jam di tempat ini sampai kamu nagis. Tapi walaupun kamu nangis muka kamu tetap cute kok hehe… :D. dan soal aku dan bella itu, kamu Cuma salah paham. Aku nemenin dia beli kado untuk adiknya, sekalian buat beliin kamu kado juga. #kadonya jangan dibuang yah :D. Sebenarnya bella juga tidak mau dianterin sama aku, tapi gara-gara bunda aku maksa yaudah aku turutin.

            Aku sempat datang di tempat ini buat nemuin kamu, tapi sepertinya kamu sudah pulang. Padahal ada yang pengen aku omongin kekamu dan itu sangat penting bagi aku. aku berusaha buat ngomong hal penting ini kekamu tapi, kamu malah menghindar dari aku. tadi malam aku menunggu kamu berharap kamu mau datang menemuiku untuk terakhir kalinya, dan mau mendengarkan omongan aku yang menurutku penting ini.

            Aku pengen bilang kekamu kalau aku cinta sama kamu. dari awal aku kenal kamu hari-hari aku semakin berwarna.  Menurutmu mungkin ini terlalu lebay, tapi bagiku ini serius. Haha… aku pengecut ya (nama kamu) nyatain cinta hanya melalui surat, tapi mau gimana lagi ini terpaksa. Dan ku harap kamu juga cinta sama aku.

            Mungkin kamu juga belom tau, mulai hari ini dan seterusnya aku tidak ada disekolah itu lagi. Ayahku pindah tugas ke London jadi aku harus ikut dengan orangtuaku. Ini sebenarnya terlalu berat buat aku, harus ninggalin orang yang aku cintai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

            Tapi aku janji akan pulang ke Indonesia buat nemuin kamu ditempat ini. kamu percayakan sama aku ??? kuharap kamu bisa jaga hati kamu buat aku dan begitu pun juga aku. satu lagi, kamu simpan baik-baik kado itu jangan sampai hilang !!! Udah dulu yah ;) Aku sayang sama kamu
I LOVE YOU DEAR :*

IQBAAL


            (nama kamu) meremas kertas yang ada dihadapannya. Kertas itu seudah basah akibat air yang menetes dipipi (nama kamu). aliran darahnya seperti berhenti begitu saja. Dadanya begitu sesak, (nama kamu) terduduk lemas di kursi. Ia menyesal membiarkan iqbaal menunggu dirinya berjam-jam ditempat ini kemarin. Andaikan dia tahu bahwa ini terakhir kalinya iqbaal tinggal di Indonesia, iya tidak akan membiarkan pria itu menunggu ditempat ini. Dia menyesal tidak mengubris telpon dari iqbaal. dia menyesal karena tidak berhasil mencegahnya untuk pergi. Dia menyesali semua tentang apa yang dia lakukannya kepada iqbaal kemarin. (nama kamu) marah kepada dirinya sendiri.

‘Apa iqbaal kecewa dengannya, karena membiarkannya menunggu berjam-jam ???’

            Andaikan ia memiliki alat seperti doraemon, ia akan memutar waktu dan mencegah pria ini pergi, tapi itu mustahil dilakukan.

            Kehilangan seseorang yang kita sayang ternyata sangat berat dan menyakitkan. Dia tidak ingin kehilangan pria yang ia cintai. Ada rasa senang dihatinya saat membaca bahwa iqbaal juga mencintainya. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, cintanya terbalaskan.         
J J J
            Gadis ini terus menyikat butiran Kristal bening yang tumpah di pelupuk matanya. Bertahun tahun sudah iya menanti seseorang yang berjanji akan menemuinya. Sudah 2 jam ia mengunggu orang tersebut, tetapi sama saja dengan hari-hari sebelumnya Sia-sia.
‘Apakah ia lupa dengan janjinya’

Dia seperti orang tolol disini, menunggu bukti yang ada dalam genggamannya, dia membuang-buang waktu ditempat ini hanya untuk penantian panjangnya. Andai waktu bisa diputar ia ingin kembali dari awal dari nol.

Gadis ini mendesah, mungkin pria itu tidak akan menepati janjinya untuk menemuinya. Dia membuang selembar kertas kusut itu sembarangan. Dia sudah resah dengan janji kosong itu. Gadis ini beranjak dari tempat duduknya dan menunggu taxi berharap ada yang lewat dihadapannya.

“nungguin siapa ???” tanya seseorang  kepada gadis cantik ini
“taxi” jawab gadis ini singkat tanpa menoleh kearah sumber suara itu.
“Taxi ? bukannya disekitar sini jarang ada taxi yang lewat ? lagipula ini sudah sore tidak baik anak gadis sendirian di tempat sepi seperti ini”

            Seperti film yang diputar ulang, kejadian dimana ia pertama kali bertemu dengan pria itu kembali terputar. Ia menoleh ke sumber suara itu. Gadis ini menelusuri seluruh tubuh pria yang ada dihadapannya, mulai dari kaki hingga ujung rambut. Matanya berbinar-binar melihat sosok pria yang ada didepannya itu. Pria yang membuatnya tersiksa dan menunggu bertahun-tahun di halte ini seperti orang tolol yang membuang-buang waktunya hanya untuk penantian panjangnya.
“iqbaal”

Gadis ini mendekap pria yang ada dihadapannya ini. Ia ingin melepas rasa rindunya yang bertahun-tahun melanda gadis ini. Pria ini membalas pelukan gadis itu menandakan dia juga rindu dengan gadis yang ada dihadapannya ini.

“baal, jangan pergi lagi hiks” guman (nama kamu) di sela isak tangisnya
“aku gak akan kemana-mana, aku disini buat nemenin kamu” ucap iqbaal tulus sembari membelai rambut (nama kau)

“kamu jahat baal !!! kamu jahat !!! kamu tega buat aku menunggu bertahun-tahun ditempat ini” (nama kamu) memukul dada iqbaal pelan
“maaf” iqbaal mengeratkan pelukannya

            (nama kamu) terus terisak dalam pelukan iqbaal, (nama kamu) ingin marah dengan pria ini yang tega membuatnya seperti ini. Tapi ia juga sangat rindu dengan pria ini setelah 3 tahun penantiannya.

“kamu masih jaga hati kamu kan buat aku ???” ucap iqbaal merenggangkan pelukannya, (nama kamu) hanya menangguk pelan sembari tersenyum simpul.

“makasih” iqbaal mencium kening (nama kamu) dan mendekapnya kembali.

PENANTIAN PANJANG (NAMA KAMU) TIDAK SIA-SIA, IQBAAL TELAH MENEPATI JANJINYA UNTUK MENEMUI GADIS YANG SANGAT IA CINTAI

END


Jumat, 06 September 2013

LOVE STORY PART 8

CERPEN / CERBUNG COBOY JUNIOR "LOVE STORY" 
HAPPY READING !!! \(^0^)/

Tokoh Aku Berperan Sebagai (Nama Kamu/NK)


iqbaal yang mendengar suara itu langsung datang melihat apa yang terjadi.

Iqbaal : ada apa ini ???  *melihat kearah pecahan kaca
Kamu : sorry… gue gak sengaja mecahin piring
Iqbaal : yaudah lo sapu sapu pecahan kacanya gue cari serok sampah dulu. Hati” nanti lo kena serpihan kaca *pergi

Aku menyapu pecahan kaca dan memungutnya menggunakan tagan kosong. Akibatnya pecahan kaca melukai tanganku. Iqbaal juga telah datang membawa serok sampah. 

Iqbaal : nih serok sampahnya *melihat tanganmu yang berdarah
Kamu : *mengambil serok sampah
Iqbaal : tangan lo kenapa ??? pasti kena pecahan kaca kan???
Kamu : Eeemm… nggak apa-apa kok, ini udah biasa entar juga sembuh ???
Iqbaal : kan gue udah bilang hati”. Lo gak denger !!! *khawatir*. Tunggu bentar gue ambil perban dulu 

Entah mengapa iqbaal jadi perhatian padaku. Iqbaal kemudian datang membawa perban dan obat merah. Iqbaal mulai mengobati luka ditanganku

Iqbaal : makanya, hati” gue kan udah bilang sama lo. Kalo tangan lo sampai kenpa kenapa gimana ??? *sambil mengobati tangan ku
Kamu : kok lo jadi perhatian banget sih sama gue ??? 
Iqbaal : karena… karena gue *terpotong 
Kamu : karena apa ???
Iqbaal : kenapa emang gak boleh ???
Kamu : yah gak apa” , tapi ada yang berubah dari diri lo
Iqbaal : apa ???
Kamu :  hm… *mengangkat bahu* yang pastinya ada yang berubah dari diri lo

*SKIP

Selesai mengobati tangan aku, iqbaal mengajakku bermain basket di lapangan. 

Kamu : kita mau ngapain lagi sih kesini 
Iqbaal : mau main basket lah, sekarang siapa yang paling banyak memasukkan bola ke ring, boleh minta satu permintaan.
Kamu : nanti lo juga kalah lagi sama gue.
Iqbaal : kita liat aja

Permainan pun dimulai, saat ini bola dikuasai oleh iqbaal dan iqbaal berhasil memasukkan bole ke ring. Permainan berlangsung sampai score menjadi 5-3. Aku masih ketinggalan 2 angka. Sepertinya kaki aku sudah kelelahan sampai aku tidak bisa mengangkat kaki aku lagi.

Iqbaal : ayo dong masa baru segini aja udah lemes,
Kamu : gue nyerah deh kaki aku udah gak bisa digerakin lagi. Aku capek *ngos”an

Iqbaal membantuku berdiri dan duduk di kursi yang berada di sudut lapangan basket. Lalu iqbaal memberikanku selembar kain yang sepertinya milikku.

Iqbaal : nih buat ngelap keringat lo, *memerikan selembar kain
Kamu : thank’s yah *mengabil selembar kain dari tangan iqbaal
*dalam hati* Ini bukannya sapu tangan gue 
Iqbaal : itu sapu tangan lo yang waktu itu lo ngasih gue , tenang aja gue udah cuci jadi gak bau keringat
Kamu : *melap keringat 
Iqbaal : lo kan udah ngaku kalah, jadi lo udah siap kan…
Kamu : tunggu sebentar *mengambil air dan minum* udah gue udah siap

Iqbaal mengajukan permintaannya, semoga aja dia tidak menyuruhku untuk menjadi asistennya atau pembantunya dirumah. Tetapi sepertinya prediksiku meleset.

Iqbaal : gue minta lo temenin gue jalan besok *menatap mataku*
Kamu : *dalam hati* kok hati aku kayak gini yah*. Emangnya kita mau ngapain lagi ???
Iqbaal : terserah yang penting besok lo harus temenin gue jalan
Kamu : Ehmm… iya deh 

Sesampai dirumah, aku langsung menuju kamar dan masih memikirkan hal yang tadi sampai hp ku berbunyi. Ternyata itu adalah mama :

Kamu : Halo mah 
Mama : Assalamu alaikum 
kamu : wa'alaikum salam hehe... ada apa ma ???
Mama : sayang mama, papa, dan nayla mungkin gak sempet pulang soalnya urusan papa belom selesai jadi mama, papa sama nayla nginap 1 hari disini. Gak apa” kan
Kamu : iya, tapi aku sendiri dong
Mama : kan kamu bisa kerumah sebelah sama annisa, atau numang sama tante mona
Kamu : aku ajak temen aku aja deh mah boleh kan ???
Mama : terserah kamu, udah dulu yah sayang jaga diri dan jaga rumah baik” yah
Kamu : iya mama ku sayang 


Aku mengambil gitar dan menuju di balkon rumah. Sambil memetik senar gitarku aku menyanyikan lagu Gisella “pencuri hati”

Kepadamu pencuri hati 
Yang tak kusangka kan datang secepat ini
Kepada mu pencuri hati
Biarkan ini menjadi melodi cinta berdua…

Prok…Prok…prok… (suara tepuk tangan) aku menengok kearah suara tersebut ternyata bastian 

Bastian : suara lo bagus juga
Kamu : makasih 
Bastian : kelihatannya lo seneng banget hari ini
Kamu : biasa aja tuh udah aku mau masuk *masuk ke dalam rumah
Bastian : dasar mis jutek

aku masuk kedalam rumah dan menuju ke ruang keluarga. Huft rumah ini sepi seperti tak berpenghuni

Kamu : daripada dirumah sendirian mending aku telpon sahabat aku

akupun menelpon semua sahabatku agar ada yang menemaniu dirumah ini. Selang berapa lama nurul pun akhirnya datang, padahal baru 5 menit ditelpon 

Kamu : cepet banget datangnya
nurul : iya emang kenapa gak boleh ? yaudah aku balik lagi *mebalikkan badannya dan beranjak pergi
Kamu : eh gak gitu juga kali. Oh iya kamu jadi nginep kan hari ini
nurul : Enggak ! yaiyalah gak liat apa tas aku gede’ gini
Kamu : liat kok. Yaudah ke kamar yuk 

sesampainya dikamar aku dan nurul bercerita sambil menunggu sahbatku yang lain. 

Nurul : (kamu) tangan kamu kenapa ??? kok diperban gitu sih ???
Kamu : oh ini… tadi aku kerumahnya iqbaal bantuin dia, truss aku mecahin piring hasilnya dapat ini 
Nurul : Oh… jadi ada yang lagi PDKT nih ??? sampai datang kerumahnya segala ??? *sinis
Kamu : yang PDKT itu siapa ??? kan Cuma bantuin doang, udah akh ngapain bahas soal dia, pindah topic aja *kesal
Nurul : siapa yang ngomongin dia ???

Tak lama kemudian sahabatku yang lain datang dengan membawa koper besar mereka masing masing.

Kamu : ya ampun !!! kalian mau nginap atau mau panda rumah sih ???
Nurul : iya nih. Kalo mau nginep yang dibawa itu cuman barag” yang penting
Elis : ini semua penting 
Kamu : ini lagi satu bawa boneka segala ???
Irma : kalo gak ada doraemon aku tidak bisa tidur !!!
Annisa : iya nih kayak anak kecil aja deh 

*dipercepat

Keesokan harinya disekolah, aku dan sahabatku bercerita di taman sekolah.

Elis : eh tau nggak tadi malam khiky tidurnya sambil mangap mangap gitu 
Semua : hahaha….
Khiky : ih enak aja, kamu kali tadi malam ngorok sampai aku gak bisa tidur
Annisa : kalau aku jadi elis aku bakal ngasih garem kemulutnya khiky  
Risma : kalau aku jadi khiky aku bakal tutup mulutnya pake guling XD
Elis : etdah X__X
Kamu : kalian berdua enak, 1 ranjang berdua, kalo kita 1 ranjang berlima kan jadi sempit. 
Khiky : tapi kan kasur kamu besar kalo kita kecil iya gak Lis ???
Irma : tetap aja sempit orang kita berlima, tapi untung aja gak ada yang kayak kalian berdua  

Suasana yang tadinya heboh langsung hening seketika iqbaal datang memaggilku. Semua mata tertuju padaku. 

Kamu : kalian kenapa liatin aku kayak gitu ??? 
Elis : ekheemmm…
Khiky : Hatchimm… *pura” bersin 
Nurul : udah sana siapa tau penting 

Aku pun mengikuti iqbaal, aku tidak tau sebenarnya apa yang ingin dia bicarakan. 

Iqbaal : nanti jadi kan ???
Kamu : jadi
Iqbaal : jam 14.00 lo harus siap nanti gue jemput lo ???
Kamu : iya… iya… *membalikkan badan hendak pergi
Iqbaal : *menahan langkahku
Kamu : apa lagi sih ???
Iqbaal : sendiri aja yah jangan sama temen lo
Kamu : kenapa ??? 
Iqbaal : yah enggka pokoknya gak boleh 
Kamu : iya deh 

Aku kembali ketempat dimana sahabatku berkumpul dan meninggalkan iqbaal

Irma : tadi iqbaal ngomong apa sama kamu ???
Kamu : Hhmm… kasih tau gak yah ???
Khiky : jangan jangan….
Kamu : jangan jangan apa ???
Khiky : hehe… enggak

Sepulang sekolah aku dan sahabat” pulang dengan berjalan kaki agar kami dapat berbincang bincang lebih lama. Setelah sampai dirumah semua sahabatku berkemas untuk pulang kerumah masing masing kecuali nurul yang masih berada di kamarku. 

Nurul : (kamu) aku mau nanya nih tapi, kamu jangan marah yah ???
Kamu : iya, emang mau nanya apa ???
Nurul : soal iqbaal 
Kamu : iqbaal, kenapa dengan iqbaal ???
Nurul : aku minta pendapatmu aja tentang iqbaal 
Kamu : kamu suka yah sama iqbaal 
Nurul : apaan sih *muka memerah
Kamu : jujur rul, muka kamu aja udah bilang iya ??? *agak kecewa
Nurul : sebenarnya sih iya, tapi aku Cuma di anggap iqbaal teman curhatnya 
Kamu : *dalam hati* Ya Tuhan ternyata benar selama ini nurul punya perasaan sama iqbaal. Apa aku harus pendam rasa ini ??? kalo aku juga sebenarnya suka dengan iqbaal. Aku tidak ingin mengecewakan apa lagi menyakiti hati sahabat terbaikku sendiri 

Nurul : hey kok diem sih ???
Kamu : kalo kamu suka sama iqbaal kamu kejar dong, aku pasti support kamu :’)
Nurul : kok cewe sih yang ngejar cowo ???
Kamu : daripada ada yang rebut duluan ??? 
Nurul : Hhmm… yaudah thank you very very very much yah my best friend 
Kamu : :”)

Aku tersenyum manis didepan nurul, tetapi nurul tidak tau betapa perihnya hatiku saat ia berkata kalo dia suka dengan iqbaal. akhirnya nurul pun berpamitan untuk pulang. Lalu aku tersadar bahwa siang ini aku ada janji dengan iqbaal. apakah aku harus pergi dengannya atau aku membatalkan janji itu ???

Ku putuskan untuk tetap pergi dengan iqbaal karena iqbaal sudah menelpoku untuk bersiap” karena sebentar lagi iqbaal akan menjemputku. 

*at depan rumah

Iqbaal : *membuka kaca jendela mobil* hey cepetan naik 
Kamu : iya *masuk ke dalam mobil *murung
Iqbaal : *mengerutkan keningnya* lo kenapa ??? gak biasanya lo murung seperti ini
Kamu : gak apa”, biasa aja  *senyum meyakinka (?)
Iqbaal : yaudah, jalan pak

Entah kemana iqbaal akan mengajakku. Sepertinya iqbaal mengajakku ke mall tapi buat apa ke mall. 

Iqbaal : nah udah sampai 
Kamu : kita mau ngapain ke sini ???
Iqbaal : Udah ayo ikut 

Aku dan iqbaal masuk ke dalam mall dan menuju ke lantai 2 dimana di lantai dua adalah tempat permainan anak”. Sebenarnya iqbaal mau mengajakku bermain atau jalan” ???

Kamu : ngapain kita ke sini ???
Iqbaal : main lah. Yaudah kita ke permainan bola basket
Kamu : koinnya mana ???
Iqbaal : oh iya lupa, gue beli dulu yah  

*tak lama kemudian

Iqbaal : nih koinnya, kita lomba yah siapa yang paling banyak memasukkan basket ke ring di traktir makan ???
Kamu : oke kalau gitu kita mulai…

Sepertinya semua mata tertuju kepada ku dan iqbaal yang sedang seru memasukkan bola kedalam ring. Dan akhirnya permainan selesai. Sekarang saatnya menentukan siapa score yang paling tinggi. 

Iqbaal : score lo berapa ??? kalo gue 35 
Kamu : berarti……… 
aku menaaaaaanggg yeyeye !!! *loncat* score aku 38
Iqbaal : cuman beda 3 angka dong -_-“
Kamu : tapi tetap aja . janji harus ditepatin kan ???
Iqbaal : iya iya, tenang aja 

Sebelum meninggalkan tempat permainan itu, aku diajak iqbaal bermain crane games (itu loh permainan mengambil boneka dengan capitan :D) benergak namanya ???* hiraukan*. sebenarnya aku tidak suka dengan permainan ini karena setiap mencobanya pasti bonekanya selalu jatuh sebelum sampai kemulutnya. 

Kamu : kita mau ngapain lagi ???
Iqbaal : sebelum kita makan, kita main ini dulu 
Kamu : emang lo bisa ???
Iqbaal : ya… kita coba dulu 
Kamu : gua gak suka sama permainan ini, mending main balap mobil 
Iqbaal : payah lu, permainan ginian lo gak bisa ???

Akhirnya aku mencoba permainan itu yah siapa tau aja hari ini aku beruntung. Pertama yang memulai duluan adalah iqbaal, tapi tidak berhasil. Kedua aku mencobanya tetapi tidak juga berhasil dan ini terakhir kalinya aku mencoba permainan ini setelah itu gak akan aku coba lagi. 

Kamu : ini terakhir yah gue gak bakal nyoba lagi 
Iqbaal : kalo mau dapet bonekanya lo harus sabar dong, 

Aku memasukkan koin terakhir dan mencoba permainan ini kembali. Capitannya berhasil menggenggam boneka beruang berwarna cokelat dan membawaya menuju mulutnya. YEAYY !!! aku berhasil. Sontak aku melompat lompat kegirangan dan tak sadar memeluk iqbaal. 

Kamu : eh… sorry gak sengaja *melepaskan pelukan*
Iqbaal : *diam dan menatapku dengan wajah agak kesal*
Kamu : suer deh (^_^)V, jangan marah yah *dengan wajah yang agak takut*
Iqbaal : hahaha… ekspresi lo kaya marmut ketakutan, padahal gue cuman akting 
Kamu : ih… emang lo pernah apa liat marmut ketakutan ??? *kesal
Iqbaal : iya, tadi barusan gue liat di muka lu  hahaha…
Kamu : ih… iqbaal rese’ *manyung
Iqbaal : udah ini bonekanya buat lo, 
Kamu : bener nih bonekanya buat aku ???
Iqbaal : bener, tapi lo janji harus jaga bonekanya, udah, yuk sekarang kita makan dulu *menarik tanganku

Diperjalanan iqbaal kembali mengajakku untuk mencoba fotobox. Padahal aku itu gak narsis seperti dia . dan karena aku menolak keinginannya iqbaal berkata padaku 

Iqbaal : masa’ cewek secantik lo gak narsis sih ??? 
Kamu : *batin* apa ??? aku gak salah denger dengan apa yang dia ucap tadi ???
Iqbaal : yeee… malah bengong, ayo cepetan *menarik tangan ku

Dan akhirnya aku menuruti keingninannya. dengan gaya yang lucu an kocak aku dan iqbaal bergaya di depan kamera salah satu gaya kami yaitu tangan kananku dan tangan kiri iqbaal membentuk love setengah dan disatukan menjadi 1 bentuk hati. 

Setelah itu, kami menuju restoran untuk mengisi perut kami, sesuai dengan kesepatan aku dan iqbaal, dia harus meneraktirku makan

*dipercepat

*at depan rumah 
Kamu : makasih ya baal untuk hari ini
Iqbaal : sama-sama,
Kamu : emm… gak mampir dulu nih
Iqbaal : gak usah thank’s

Aku pun masuk kedalam rumah. Kemudian menuju ke balkon rumah. Hari yang menyelelahkan tetapi menyenangkan. Setidaknya hari ini bisa membuat hatiku sedikit lebih tenang ketika mendengarkan ucapan nurul tadi siang.



Mungkin karena melamun aku tak sadar, ternyata bastian juga ada dibalkon rumahnya. 

Bastian : habis darimana ???
Kamu : jalan jalan 
Bastian : sama siapa ???
Kamu : iqbaal 
Bastian : jadi lo abis PDKT ama iqbaal
Kamu : siapa yang PDKT, lagian gua gak suka sama dia *bohong
Bastian : gak suka ??? tapi kok lo mau jalan sama dia ???
Kamu : Eh.ee… emang gak boleh jalan sama teman ???
Bastian : bukan gitu, tapi kok lo seneng banget abis jalan sama iqbaal 
Kamu : lo gak tau permasalahannya apa ??? *membalikkan badan hendak masuk kedalam
Bastian : mau kemana ???
Kamu : masuk. Gue capek *masuk
Bastian : bentar dulu. Gue mau nanya soal temen lo ???
Kamu : *Keluar* siapa ???
Bastian : ngemeng ngemeng (?) nurul udah punya pacar belom ???
Kamu : punya  tapi udah putus *nyengir
Bastian : ye…bilang aja gak ada. berarti gue punya kesempatan dong 
Kamu : tapi kayaknya lo udah terlambat, soalnya nurul udah punya gebetan 
Bastian : what *muka lebay:D* siapa ???
Kamu : gak usah lebay juga kali, yah nanti lo tau sendiri *masuk

*At Kamar

Aku masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhku dikasur. Sepertinya kata” nurul tadi siang selalu terbayang bayang di otakku bahkan terdengar di telinga ku. Rasanya aku ingin teriak sekeras kerasnya, sekecang kencangnya agar mereka bisa tau dan rasakan bagaimana hatiku saat ini.

Kupandangi pandangi boneka yang tadi ku dapat saat bermain bersama iqbaal. Aku memberi nama boneka ini “Moti”. Dia akan menjadi teman curhatku sekaligus pengganti iqbaal disaat aku kesepian.

*Skip

Keesokan harinya. Aku berangkat kesekolah dengan bastian, karena tante mona menyuruhku berangkat dengan bastian. 

*at dalam mobil
Kamu : *melihat pakaian bastian* kok lo pake baju basket ???
Bastian : lo gak tau yah ??? hari ini kan nada pertandingan basket di sekolah ???
Kamu : apa ??? kok gue gak tau yah  
Bastian : yaiyalah gak tau, kemaren lo kan habis jalan sama iqbaal
Kamu : loh kok ceritanya kesana sih ???
Bastian : nih lo kasih iqbaal *memberikan baju basket* 
Kamu : kok gue ??? lo aja yang ngasih lo kan sahabatnya
Bastian : gak bisa !!! pokoknya lo harus cari si iqbaal secepatnya
Kamu : harus gue gitu ??? \

Bersambung :)



ini adalah cerbung pertama saya, jadi maklum jika kurang sempurna :D