HAPPY READING !!! \(^0^)/
Hari
ini begitu indah dengan panorama senja. Awan putih & jingga kemerah-merahan
telah mewarnai langit di sore hari ini. matahari tampak bersembunyi dibalik
awan menambah kesan langit di sore hari bagi siapa saja yang melihatnya. Tapi
tidak dengan gadis ini. Hatinya saat ini tidak seindah langit senja hari ini.
Semilir
angin bertiup dan menutupi wajah gadis ini dengan rambutnya yang dibiarkan
tergerai. Seolah tidak ingin memperlihatkan wajahnya saat ini yang tidak
seindah langit senja. Gadis ini sedari tadi duduk termenung di halte bus
seorang diri. Sepertinya menunggu seseorang ? Yap !!! menuggu seseorang yang
telah lama ia nantikan. Tapi sepertinya orang yang ia nantikan tidak akan
menjemputnya, jangankan menjemputnya bahkan menjumpainya saja tidak pernah.
Setiap
pulang kuliah gadis ini selalu mampir di tempat ini hanya untuk menunggu
seseorang. Berharap ia akan datang menjemput gadis ini. Ia membawa sebuah kado
dan sepucuk surat ditangannya. Perlahan butiran kristal bening jatuh membasahi
pipi gadis ini. Ia tidak bisa lagi membendung butiran kristal bening tersebut
ketika mengingat kembali kejadian 3 tahun silam.
J J J
Terlihat
seorang gadis telah menunggu taxi di halte bus (?) dengan seragam putih abu-abu
kota-kotak yang kusut dan sebuah tas lucu terselempang di bahu kanannya.
Sepertinya gadis ini telah lama menunggu. Terlihat motor ninja merah berhenti
tepat di depan gadis cute ini
“nungguin
siapa ???” tanya seseorang pria kepada gadis cantik ini. (nama kamu)
“taxi” jawab (nama kamu) singkat.
“Taxi ? bukannya disekitar sini jarang ada
taxi yang lewat ? lagipula ini sudah sore tidak baik anak gadis sendirian di
tempat sepi seperti ini” apa yang dikatakan pria ini memang benar. Pria ini
sepertinya satu sekolah dengan (nama kamu), dilihat seragamnya sama dengan yang
dipakai oleh (nama kamu) saat ini.
“Ya... aku tau” balas (nama kamu)
“lebih baik aku mengantarmu pulang, dimana
rumahmu ???” tawar pria ini
(nama
kamu) sedikit ragu dengan tawaran pria ini, bagaimana tidak !!! dia tidak
mengenal pria ini, walaupun dia satu sekolah, tapi dia jarang bertemu bahkan
melihat pria ini.
“bagaimana ???”
“ehmm…”
“sudahlah, ayo naik !!! jangan kebanyakan
mikir” kata pria ini menarik tangan (nama kamu)
J J J
“oiya, rumah lo dimana ???” kata pria ini
“Nusa indah Blok I No. 3” jawab (nama kamu)
Hening seketika…
Dan kini mereka telah sampai di depan rumah
gadis ini.
“thank’s yah J !!! Ehm.. enggak mampir
dulu???” tawar (nama kamu)
“gak usah makasih J” kata pria itu lalu bernjak
pergi dari rumah (nama kamu)
(nama kamu) kemudian berjalan
masuk kedalam rumahnya. Sepertinya ada yang ganjal yang dirasakan gadis ini. Dia
lupa menanyakan nama pria itu. Gadis ini berbalik, tapi sepertinya pria itu
sudah sangat jauh dari rumahnya
J J J
“(namaa kamuuu)….” Teriak
seorang gadis imut ini
(nama kamu) menengok kebelakang
dan benar saja itu adalah sahabatnya
“Salsah??” gadis ini
menghentikan langkahnya menunggu sobat karibnya itu
“cieee.. kemarin pulang bareng
siapa ???” goda salsa sembari mencolek dagu (nama kamu)
“bukan siapa-siapa kenapa ???”
jawab (nama kamu)
“tapi kok lo bisa pulang bareng
iqbaal”
“iqbaal ??? jadi namanya
iqbaal” guman (nama kamu)
J J J
Setiap pulang
sekolah (nama kamu) sering menunggu taxi di tempat kemarin, setiap pagi dia
berangkat dengan papanya, tapi jika pulang sekolah dia harus menunggu taxi
berjam-jam di tempat ini.
“Huft…sangat membosankan” keluh
gadis ini seraya melirik jam tangan merah yang melingkar di pergelangan tangan
kirinya.
“haii” sapa pria yang baru turun
dari motor ninja merahnya. Dia yang mengantar (nama kamu) kemarin sore. Yap
namanya Iqbaal. Pria yang menjadi idaman para siswi disekolahnya, bisa dibilang
Pria ini adalah Idola School. (nama kamu) hanya tersenyum membalas sapaan
iqbaal.
“loe belum pulang ???”
“lagi nunggu taxi lewat”
“emangnya lo gak dijemput ???”
(nama kamu) hanya menggeleng.
“kalo gitu lo pulangnya bareng
gue aja” kata iqbaal
“gak usah, makasih, gue gak mau
ngerepotin orang J”
“gak apa-apa kok, gue gak
ngerasa direpotin J” “oh iya kenalin gue iqbaal” sambung
iqbaal seraya mengulurkan tangan.
“(nama kamu)” membalas uluran
tagan iqbaal
Sejak perkenalan
itu, (nama kamu) semakin dekat dengan iqbaal. Setiap pulang sekolah maupun
berangkat sekolah, mereka selalu bersama, seperti sepasang kekasih yang tak
bisa dipisahkan. Banyak siswa/i yang mengira kalau mereka sudah berpacaran
sehingga merasa envy dengan kedekatan
(nama kamu) dan Iqbaal
J J J
1
bulan setelah kedekatan mereka, (nama kamu) mulai memiliki rasa dengan iqbaal.
Dia berharap cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Hari ini ia dijanji dengan
iqbaal untuk menemaninya ketaman ada hal penting yang ingin disampaikan iqbaal
kepada (nama kamu).
Sepulang
sekolah gadis ini menunggu iqbaal di halte bus tapi, sudah setengah jam batang
hidung iqbaal belum terlihat. Gadis ini tampak resah, dia menengok kanan dan
kiri berharap orang yang iya tunggu telah datang. Hingga matanya tertuju pada
satu titik. (.) ia melihat orang yang sedari ia tunggu bersama orang lain.
(nama kamu) membulatkan matanya saat mengetahui gadis yang telah di bonceng
oleh iqbaal adalah bella, teman sekelasnya.
Butiran
kristal bening berjatuhan dipipi gadis ini. Dia seperti orang tolol di tempat
ini. Mengunggu berjam-jam orang yang menjanjinya tadi pagi, sedangkang orang
yang menjanjinya malah jalan dengan orang lain. ia terisak-isak di tempat ini
berharap tidak ada yang melihatnya. Hatinya sangat sakit melihat iqbaal jalan
dengan bella.
Apakah iqbaal lupa dengan janjinya ?
(nama kamu) benar-benar kecewa dengan
iqbaal. Ia langsung menyetop taxi yang lewat di hadapannya. Ia ingin segera
pulang kerumah.
J J J
To : (nama kamu) pecek
From : iqbaal jeyyek
Maaf
yah pecek hari ini gak jadi ketaman, soalnya ada urusan yang lebih penting. Gak
apa-apakan ??? J
Kira-kira itu lah yang tertera
di layar ponsel (nama kamu). Gadis ini benar-benar kecewa dengan iqbaal.
Pertama, dia menunggu iqbaal hingga berjam-jam dihalte tapi iqbaal tidak datang.
Kedua, ia melihat bahwa iqbaal lebih memilih jalan dengan bella dan itu membuat
hatinya sakit. Dan yang Ketiga, bella lebih penting daripada dirinya. Rasanya
ia ingin teriak sekeras-kerasnya, sekencang, kencangnya. Ia membenamkan
wajahnya kebantal dan menagis sepuasnya.
J J J
Wajah
gadis ini benar-benar kusut layaknya pakaian yang tidak pernah di sterika sama
sekali. Matanya sembab gara-gara semalam. Gadis ini tidak seperti hari-hari
biasanya yang ceria dan selalu menebarkan senyuman manisnya. Ini membuat
sahabatnya salsah khawatir dengannya.
“(nama kamu), loe baik-baik ajakan” tanya
salsah yang sedari tadi khawatir dengan keadaan (nama kamu)
“gue baik-baik aja kok sha”
ia berusaha untuk tersenyum
dihadapan sahabatnya ini, dan meyakinkannya bahwa dia dalam keadaan baik-baik
saja. suara (nama kamu) bener-benar berbeda hari ini, suaranya terdengar paruh.
“tapi kenapa sepertinya loe habis nangis
??? siapa yang buat loe nangis ??? trus kenapa hari ini loe gak bareng sama
iqbaal ???” pertanyaan salsah bertubi-tubi
(nama
kamu) langsung memeluk sahabatnya ini kemudian kembali menangis. Gadis ini
terisak-isak dalam tangisnya, ia kembali mengingat kejadian kemarin sore yang
menyakitkan baginya.
“(nama kamu) please loe kenapa ??? cerita
sama gue” salsah semakin panik dengan keadaan (nama kamu) seperti ini.
“gue gak apa-apa kok sha”
“trus kenapa loe nangis ??? siapa yang buat
loe kayak gini ???”
salsah benar-benar tidak tega
melihat sahabatnya terus terusan dalam keadaan seperti ini. Gadis ini masih
tetap memeluk sahabatnya salsah berharap dia segera melupakan kejadian itu.
“ya ampun pecek !!! dari tadi gue cari-cari
ternyata loe ad…” pria ini menggantungkan perkataanya saat melihat wajah (nama
kamu)yang sembab karena terus menangis.
“(nama kamu) loe kenapa ???” tanya iqbaal khawatir
dengan (nama kamu)
“gue gak apa-apa. Sha kita pergi yuk”
tetapi sebelum melangkahkan kakinya, tangannya langsung digenggam oleh iqbaal.
gadis ini tidak bisa menepis tangan iqbaal, iqbaal begitu erat menggenggam
tangan gadis ini.
“loe marah yah soal kemarin sore ???” tanya
iqbaal
“Ehm.. sebaiknya loe selesaiin masalah loe
deh” sepertinya salsah paham kenapa
sahabatnya menjadi begini, salsah kemudian berlalu.
Kini hanya tinggal mereka berdua yang
berada ditaman sekolah.
“soal kemaren gua minta maaf. Kemarin gue…”
perkataan iqbaal dipotong oleh (nama kamu)
“habis jalan sama bella ???” ucap (nama
kamu) sembari memalingkan wajahnya
“itu.. soal itu gue minta ma...”
“minta maaf doang ??? loe pikir itu cukup
???”
“gue bisa jelasin…”
“gak ada yang perlu dijelasin”
“tapi dengerin gue dulu”
“udah lah gue kecewa sama loe. Loe udah
biarin gue nunggu loe berjam-jam di halte, tapi loe gak dateng buat jemput gue.
Percuma gue rela nungguin loe berjam-jam dihalte, tapi..tapi loe malah jalan
sama bella, loe bilang itu urusan penting dan loe hanya ucapin kata maaf.
Memang gue gak penting dalam hidup loe, tapi loe pikir dong apa kata maaf itu
cukup buat sembuhin hati gue !!!”
gadis ini benar-benar kecewa
denga pria yang ada dihadapannya sekarang dia mengeluarkan semua uneg-uneg
dalam hatinya, ia menangis tersedu seduh. Dia benar-benar muak dengan pria ini.
Tapi satu hal yang tidak bisa ia lakukan, iya tidak bisa membenci pria yang ada
dihadapannya. Pria ini langsung mendekap gadis yang ada diahadapanya.
“maaf” ucap iqbaal lembut. Berharap (nama kamu)
mau memaafkannya, tetapi (nama kamu) sudah sangat kecewa dengan iqbaal.
Kenyamanan
di rasakan oleh (nama kamu), tangisnya sedikit mereda ketika berada didekapan
pria ini. (nama kamu) merenggangkan pelukannya.
“gue udah terlanjur kecewa sama loe”
J J J
Seminggu
setelah setelah kejadian itu, (nama kamu) dan iqbaal tidak pernah lagi
berangkat dan pulang bersama. Bahkan saling menyapa satu sama lain tidak
pernah. (nama kamu) selalu menghindar dari iqbaal. “begitu sakitkah hati gadis
ini ???”
To : (nama kamu) pecek
From : iqbaal jeyyek
(nama
kamu) gue harap loe mau nemuin gue di halte bus dekat sekolah. Ada hal penting
yang gue mau omongin sama kamu. kalo kamu percaya sama gue, PLEASE !!! temuin
gue sekarang di halte
Gadis
ini tak mengubris pesan dari pria itu, gadis ini tak menganggap penting pesan
dari iqbaal. ia tak ingin dikecewakan lagi dengan iqbaal.
DRRRTT… DRRRTTT…
Ponsel
(nama kamu) bergetar “3 panggilan tak terjawab” tertera di layar ponsel gadis
ini. Ia tak menghiraukan siapa yang menelponnya, ia sudah tau bahwa yang
menelponnya adalah iqbaal
.
Terselip
rasa tidak enak dengan iqbaal. apakah iqbaal menunggunya sedari tadi di halte
??? ia ingin menemui pria ini, tapi jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam,
berarti iqbaal sudah menunggunya 5 jam. Sayangnya gadis ini tidak dibolehkan
keluar malam dengan orang tuanya. Apalagi ia seorang gadis dan hanya pergi
sendiri. Ia mengurungkan niatnya menemui iqbaal. (nama kamu) berfikir mungkin
iqbaal sudah pulang.
J J J
“lo cari siapa sih (nama kamu) ???” Tanya
salsah yang sedaritadi memperhatikan sahabatnya yang sedang celingak celungkuk
mencari seseorang.
“loe liat iqbaal gak sha???” Tanya (nama
kamu)
“tumben loe nyari dia. loe udah baikan ???”
salsah bertanya balik
“enggak, gue Cuma pengen minta maaf sama
dia” lirih (nama kamu)
TREEET…
TRREEETT…
Jam sekolah telah usai, tapi sedari tadi (nama
kamu) belum menemukan sosok iqbaal.
‘Kemana pria itu ???’
Gadis ini berjalan santai menuju
halte, berharap pria yang ia cari lewat di halte ini. Tatapan kosong terdapat
disorot mata gadis ini, ia merasa tidak enak dengan iqbaal yang membiarkan dia menunggunya
berjam-jam dihalte kemarin. Sebenarnya gadis ini tidak bisa berdiam-diaman
dengan iqbaal. Seperti ada yang kurang di kehidupannya.
(nama kamu) cengo melihat sebuah
kado kecil terbungkus rapi dengan pita warna biru muda dan sepucuk surat yang
ditindih kado kecil itu. Jemari (nama kamu) kemudian mengambil kado dan surat
itu
“Iqbaal ???” guman (nama kamu)
Ia
kemudian membuka sepucuk surat yang dilipat rapi secara lembut. Raut wajahnya
perlahan berubah saat dia membaca surat itu.
J J J
To : (nama kamu) pecek
Hai
(nama kamu) pecek apa kabar ??? aku kangen sama kamu, 1 minggu gak teguran sama
kamu itu gak enak banget. #ini serius loh (nama kamu) gak pake bercanda.
Oiya
soal kemarin, aku minta maaf udah buat kamu menunggu berjam-jam di tempat ini
sampai kamu nagis. Tapi walaupun kamu nangis muka kamu tetap cute kok hehe… :D.
dan soal aku dan bella itu, kamu Cuma salah paham. Aku nemenin dia beli kado
untuk adiknya, sekalian buat beliin kamu kado juga. #kadonya jangan dibuang yah
:D. Sebenarnya bella juga tidak mau dianterin sama aku, tapi gara-gara bunda
aku maksa yaudah aku turutin.
Aku
sempat datang di tempat ini buat nemuin kamu, tapi sepertinya kamu sudah
pulang. Padahal ada yang pengen aku omongin kekamu dan itu sangat penting bagi
aku. aku berusaha buat ngomong hal penting ini kekamu tapi, kamu malah
menghindar dari aku. tadi malam aku menunggu kamu berharap kamu mau datang
menemuiku untuk terakhir kalinya, dan mau mendengarkan omongan aku yang
menurutku penting ini.
Aku
pengen bilang kekamu kalau aku cinta sama kamu. dari awal aku kenal kamu
hari-hari aku semakin berwarna.
Menurutmu mungkin ini terlalu lebay, tapi bagiku ini serius. Haha… aku
pengecut ya (nama kamu) nyatain cinta hanya melalui surat, tapi mau gimana lagi
ini terpaksa. Dan ku harap kamu juga cinta sama aku.
Mungkin
kamu juga belom tau, mulai hari ini dan seterusnya aku tidak ada disekolah itu
lagi. Ayahku pindah tugas ke London jadi aku harus ikut dengan orangtuaku. Ini
sebenarnya terlalu berat buat aku, harus ninggalin orang yang aku cintai
berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Tapi
aku janji akan pulang ke Indonesia buat nemuin kamu ditempat ini. kamu
percayakan sama aku ??? kuharap kamu bisa jaga hati kamu buat aku dan begitu
pun juga aku. satu lagi, kamu simpan baik-baik kado itu jangan sampai hilang
!!! Udah dulu yah ;) Aku sayang sama kamu
I LOVE YOU DEAR :*
IQBAAL
(nama kamu) meremas kertas yang ada
dihadapannya. Kertas itu seudah basah akibat air yang menetes dipipi (nama
kamu). aliran darahnya seperti berhenti begitu saja. Dadanya begitu sesak, (nama
kamu) terduduk lemas di kursi. Ia menyesal membiarkan iqbaal menunggu dirinya
berjam-jam ditempat ini kemarin. Andaikan dia tahu bahwa ini terakhir kalinya
iqbaal tinggal di Indonesia, iya tidak akan membiarkan pria itu menunggu
ditempat ini. Dia menyesal tidak mengubris telpon dari iqbaal. dia menyesal
karena tidak berhasil mencegahnya untuk pergi. Dia menyesali semua tentang apa
yang dia lakukannya kepada iqbaal kemarin. (nama kamu) marah kepada dirinya
sendiri.
‘Apa iqbaal kecewa dengannya, karena
membiarkannya menunggu berjam-jam ???’
Andaikan
ia memiliki alat seperti doraemon, ia akan memutar waktu dan mencegah pria ini
pergi, tapi itu mustahil dilakukan.
Kehilangan
seseorang yang kita sayang ternyata sangat berat dan menyakitkan. Dia tidak
ingin kehilangan pria yang ia cintai. Ada rasa senang dihatinya saat membaca
bahwa iqbaal juga mencintainya. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan,
cintanya terbalaskan.
J J J
Gadis
ini terus menyikat butiran Kristal bening yang tumpah di pelupuk matanya.
Bertahun tahun sudah iya menanti seseorang yang berjanji akan menemuinya. Sudah
2 jam ia mengunggu orang tersebut, tetapi sama saja dengan hari-hari sebelumnya
Sia-sia.
‘Apakah ia lupa dengan janjinya’
Dia seperti orang tolol disini,
menunggu bukti yang ada dalam genggamannya, dia membuang-buang waktu ditempat
ini hanya untuk penantian panjangnya. Andai waktu bisa diputar ia ingin kembali
dari awal dari nol.
Gadis ini mendesah, mungkin pria
itu tidak akan menepati janjinya untuk menemuinya. Dia membuang selembar kertas
kusut itu sembarangan. Dia sudah resah dengan janji kosong itu. Gadis ini
beranjak dari tempat duduknya dan menunggu taxi berharap ada yang lewat
dihadapannya.
“nungguin siapa ???” tanya seseorang kepada gadis cantik ini
“taxi” jawab gadis ini singkat tanpa
menoleh kearah sumber suara itu.
“Taxi ? bukannya disekitar sini jarang ada
taxi yang lewat ? lagipula ini sudah sore tidak baik anak gadis sendirian di
tempat sepi seperti ini”
Seperti
film yang diputar ulang, kejadian dimana ia pertama kali bertemu dengan pria
itu kembali terputar. Ia menoleh ke sumber suara itu. Gadis ini menelusuri
seluruh tubuh pria yang ada dihadapannya, mulai dari kaki hingga ujung rambut. Matanya
berbinar-binar melihat sosok pria yang ada didepannya itu. Pria yang membuatnya
tersiksa dan menunggu bertahun-tahun di halte ini seperti orang tolol yang
membuang-buang waktunya hanya untuk penantian panjangnya.
“iqbaal”
Gadis ini mendekap pria yang ada
dihadapannya ini. Ia ingin melepas rasa rindunya yang bertahun-tahun melanda
gadis ini. Pria ini membalas pelukan gadis itu menandakan dia juga rindu dengan
gadis yang ada dihadapannya ini.
“baal, jangan pergi lagi hiks” guman (nama
kamu) di sela isak tangisnya
“aku gak akan kemana-mana, aku disini buat
nemenin kamu” ucap iqbaal tulus sembari membelai rambut (nama kau)
“kamu jahat baal !!! kamu jahat !!! kamu
tega buat aku menunggu bertahun-tahun ditempat ini” (nama kamu) memukul dada
iqbaal pelan
“maaf” iqbaal mengeratkan pelukannya
(nama
kamu) terus terisak dalam pelukan iqbaal, (nama kamu) ingin marah dengan pria
ini yang tega membuatnya seperti ini. Tapi ia juga sangat rindu dengan pria ini
setelah 3 tahun penantiannya.
“kamu masih jaga hati kamu kan buat aku
???” ucap iqbaal merenggangkan pelukannya, (nama kamu) hanya menangguk pelan
sembari tersenyum simpul.
“makasih” iqbaal mencium kening (nama kamu)
dan mendekapnya kembali.
PENANTIAN PANJANG (NAMA KAMU) TIDAK
SIA-SIA, IQBAAL TELAH MENEPATI JANJINYA UNTUK MENEMUI GADIS YANG SANGAT IA CINTAI
END

.jpg)
