Cerpen Aneka Remaja
Happy Reading and enjoy :D
NB : tokoh dalam cerita diperangi oleh beberapa artis (CJR, Bastian, Winx dll)
“lo harus ikut” sedari tadi Steffi terus
mendesak dan memaksa Airin hingga gadis itu kesal dengan tingkah sahabatnya
ini.
“Tapi, Steff-“
“Gak ada tapi-tapian, ryn. Kapan lagi coba lo
ikutan” steffy tetap keukuh memaksa Airin agar sahabatnya mengikuti ajakannya.
“Steff, gue ini tomboy gak pantes buat masuk ajang beginian.
Lagian masih ada Cassie dan Bella kan ? ajak mereka aja” tolak Airin
“Justru itu rin, lo harus ikutan karna tinggal
kelas kita yang sama sekali pesertanya belum terdaftar. Kita kan beda kelas
sama Cassie dan Bella”
“kalo gitu, lo aja yang daftar, bereskan”
“Pokoknya lo isi formulir ini dan besok formulirnya
sudah lengkap dengan data-data lo. Titik, gak pake koma dan gak ada
tapi-tapian. Bye”
Baru saja gadis ini ingin
membuka mulutnya sahabatnya sudah lenyap ditikungan koridor. Gadis ini
mendengus sebal karena tingkah pemaksaan sahabatnya itu. Sepanjang koridor ia
tak henti-hentinya mendumel ‘siapa sih yang buat audisi seperti ini ?’.
Terlalu fokus dengan
kertas yang ada ditangannya hingga tak melihat keadaan sekitar, saat membelokkan tubuhnya kearah kanan
kepalanya menghantam sesuatu hingga tubuhnya mundur beberapa langkah. Ia
bersyukur tidak jatuh tersungkur akibat kecerobohannya.
“LO ?” pekik Airin saat
mendongakkan kepalanya dan mendapati seorang Pria yang lebih tinggi darinya
tengah tengah menatapnya.
“Jalan tuh pake kaki, matanya
fokus liat jalan bukan nunduk liat kertas” ujar pria ini datar. Tangannya ia
masukkan ke saku celananya, bersikap cool dan cuek seperti biasanya.
“lagian ngapain sih lo berdiri
ditengah jalan ? mau tebar pesona lo” balas Airin dengan sengitnya. Kali ini
pria itu menyandarkan punggungnya ke dinding tak menghiraukan ucapan Airin. Dengan
cepat tangannya merampas sebuah kertas dari tangan Airin lalu membacanya.
‘FORMULIR PESERTA AJANG PENCARIAN
KING AND QUEEN SEJAGAD SMA TUNAS MUDA’
Pria
ini terkekeh lalu memandang Airin dengan pandangan meremehkan. “cewek kayak loe pingin daftar jadi peserta
king and queen ? gak salah tuh”
“gue tau, pasti ini
kerjaan loe kan dan anak osis lainnya yang buat ajang seperti ini, kurang
kerjaan” ucap Airin dengan penuh penekanan. Pria itu mengrnyitkan alis tak
terima atas tuduhan gadis didepannya.
“apa-apaan loe nuduh gue sembarangan, salahin temen loe yang ngusulin ajang ini, jangan salahin gue” balas pria ini dengan
penuh penekanan
“yaiyalah gue nyalahin loe.
Secara lo Ketua OSIS Iqbaal Dhiyafakri dan sudah pasti loe menyetujuinyakan ?” ucap
Airin dengan nada yang sedikit di lembut-lembutkan membuat buluh kuduk siapa
saja yang mendengarkannya akan merinding.
“loe mau nyari ribut lagi
sama gue ? mumpung koridur ini sepi airin”
***
“Steff, gue gak bisa ikut ajang ini. Malu-maluin
tau gak”
“ Ya ampun Airin, lo gak usah malu. Lo satu-satunya
harapan kita rin, secara loe itu kan cantik, pintar, multitalenta ya walaupun
loe agk tomboy“
“tapi gue gak berbakat diajang ini, steff”
“siapa tau aja yang jadi pasangan lo nanti
itu jodoh loe, rin. Lo kan udah lama nge-jones”
“sebenarnya loe daftarin gue diajang kind and
queen atau diajang cari jodoh sih steff ?” ucap Airin geram
“hehe.. dua-duanya” ucap steffy dengan
tampang polosnya membuat tangan Airin gatal untuk mencekik leher sahabatnya
***
Airin tengah fokus membaca
buku dihadapannya. Sesekali tangannya membolak balik halaman novel tersebut
kehalaman selanjutnya. Jam istirahat tengah berlangsung, gadis ini memilih
duduk manis didalam kelas daripada mengikuti ajakan temannya ke kantin untuk
mengisi perutnya.
“Kamu ikut ajang king and queen kan, sayang”
Suara itu memecahkan
konsentrasi Airin yang tengah fokus membaca novel. Ia melirik ke arah pintu
kelas dan mendapatkan seorang gadis yang tengah menggelendot manja dilengan
seorang pria. Mereka adalah Salsha dan Iqbaal.
“Apa Loe liat-liat” ucapan
Salsha mengarah ke Airin yang tengah menatapnya sinis. Mata Airin kemudian
kembali meatap novel yang ada dihadapannya. Sesekali matanya melirik ke arah
mereka berdua -Iqbaal dan Salsha- memperhatikan gerak gerik mereka Dilihatnya
Iqbaal tampak risih akibat kelakuan Salsha yang menggelendot manja dilengannya.
“Kamu harus ikut yah. Nanti kita yang akan
menangin king and queen itu, kita kan cocok dan sangat cocokkan, sayang ?” ucap
salsha dengan manjanya.
“Sha, lepasin tangan loe,
gue risih tau gak” perkataan Iqbaal berhasil membuat Airin cekikikan. Salsha
melepaskan tangannya dan mengerucutkan bibirnya, kemudian berahli menatap Airin
yang tengah menatap novelnya.
“heh ? lo ngetawain gue, hah ? lo cemburu liat
gue deket sama Iqbaal ?’ semprot salsha. Airin mengahlikan pandangannya ke arah
Salsha.
“siapa yang ngetawain loe, gue ngetawain
novelnya kok, ceritanya lucu. Tentang si cewek centil yang dicuekin terus sama si cowok hahaha...” tawa biadap Airin.
“lo nyindir gue” ucap salsha dengan tatapan
sinisnya
“lo tersindir yah” ucap Airin dengan tatapan
tak kalah sinisnya
bersambung dulu...
bersambung dulu...
